Ketika Negara Berpura-pura, Rakyat pun Sengsara

oleh -307 views
Ansori

Oleh: M. Isa Ansori, Kolumnis, Akademisi

Seorang ibu berdiri di depan bekas rumahnya yang kini tinggal fondasi setengah tertimbun lumpur. Dindingnya telah hilang, atapnya tersapu arus deras, dan tanah yang dulu menjadi tempat anak-anaknya berlari kini hanyalah pasir berlumpur yang tidak lagi hangat. Tatapannya kosong bukan karena ia tak ingin menangis, tetapi karena air matanya telah habis. Di sekelilingnya, anak-anak kecil yang baru kehilangan rumah justru tertawa dan bermain di atas puing-puing bangunan—tawa yang pahit, seakan mereka tidak memahami bahwa yang hilang bukan sekadar reruntuhan, tetapi juga masa depan mereka yang rapuh.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 telah membawa luka yang sangat dalam. Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai lebih dari 1.100 jiwa, dengan sekitar 176 orang masih hilang dan lebih dari 7.000 orang luka-luka akibat peristiwa ini. Ratusan ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka yang hancur dan infrastruktur yang porak-poranda. Hingga kini puluhan ribu rumah, fasilitas umum, sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, kantor, dan jembatan telah rusak atau tak bisa digunakan — menunjukkan betapa luasnya dampak bencana ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.