Menurutnya, prosesi adat yang digelar merupakan bagian dari pendekatan kultural yang diyakini efektif karena masyarakat Maluku sangat menghargai kearifan lokal.
“Langkah prosesi adat yang diambil hari ini karena kami tahu masyarakat sangat menghargai kearifan lokal. Tatanan adat yang dilakukan ini diharapkan mampu menekan persoalan ke depan dan membuat masyarakat lebih bijaksana dalam menyikapi semua dinamika,” jelasnya.
Harapan Agar Konflik Tidak Terulang
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta komitmen semua pihak, terutama masyarakat, agar konflik dan bentrokan tidak kembali terulang.
“Kami berharap ini menjadi konflik terakhir di awal tahun ini. Mari semua patuh terhadap hukum positif dan adat yang telah dijalankan,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Maluku yang turut hadir dan terlibat dalam penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolda Maluku yang telah membantu menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya. (Vera Renyaan)
Simak berita dan artikel terbaru di: WhatsApp Channel porostimur.com









