Porostimur.com, Teheran – Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi di Selat Hormuz. Ia menilai klaim yang disampaikan Trump tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Ghalibaf menyebut, dalam waktu singkat Trump melontarkan sejumlah pernyataan yang dinilainya keliru, khususnya setelah Iran sempat mengumumkan pembukaan sementara jalur strategis tersebut.
“Presiden AS mengajukan tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya salah,” tegas Ghalibaf, seperti dikutip media internasional, Minggu (19/4/2026).
Pembukaan Sementara Berujung Penutupan Kembali
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz dibuka sementara untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata sepuluh hari di kawasan. Pengumuman itu sempat berdampak pada pasar global dengan turunnya harga minyak sekitar 10 persen.
Namun, keputusan tersebut tidak berlangsung lama. Sehari setelahnya, Teheran kembali menutup akses dan menegaskan bahwa jalur perairan strategis itu berada di bawah kendali penuh militer Iran.
Pemerintah Iran menyebut langkah tersebut dipicu oleh kebijakan Amerika Serikat yang belum mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di kawasan tersebut.










