Porostimur.com, Teheran — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Teheran mengancam akan mengubah Teluk Oman menjadi “kuburan” bagi kapal-kapal militer Amerika jika eskalasi konflik terus berlanjut.
Ancaman tersebut disampaikan Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Minggu (18/5/2026).
“Saran saya kepada militer AS adalah untuk mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda,” tegas Rezaei.
Ia menyebut langkah blokade Angkatan Laut Amerika terhadap Iran sebagai tindakan perang yang berpotensi memicu respons militer langsung dari Teheran.
“Jika tidak, pemahaman kami adalah bahwa blokade Angkatan Laut adalah tindakan perang, dan menanggapinya adalah hak natural kami,” ujarnya.
Blokade Dinilai Provokasi Militer
Rezaei menegaskan bahwa sikap menahan diri Iran selama ini tidak boleh dianggap sebagai bentuk kelemahan atau penerimaan terhadap tekanan dari pihak luar.
Ia juga mempertanyakan keberlanjutan kehadiran militer Amerika di kawasan Teluk, yang menurutnya sudah tidak lagi memiliki dasar kuat sejak berakhirnya Perang Dingin.
“Amerika datang ke sini dan membawa kapal perangnya. Siapa musuhnya? Dulu mereka mengatakan untuk menghadapi Uni Soviet, tapi Uni Soviet sudah tidak ada lagi,” katanya.










