Keuskupan Amboina Rayakan Natal Tanpa Open House, Ini Alasannya!

oleh -0 Dilihat

Sebagai gantinya, anggaran yang biasanya digunakan untuk open house Natal dialihkan sepenuhnya untuk membantu korban bencana alam.

Sejalan dengan Seruan KWI

Keputusan Keuskupan Amboina juga sejalan dengan anjuran nasional Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Secara nasional, KWI telah mengimbau 38 keuskupan di seluruh Indonesia untuk menggalang derma dan kolekta khusus bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera.

“Keuskupan Amboina juga mengirimkan bantuan dari umat Katolik untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana Sumatera,” ungkap Mgr Senno.

Menurutnya, solidaritas lintas daerah dan lintas iman menjadi wujud nyata dari semangat Natal itu sendiri.

Pertimbangan Kondisi Ekonomi

Selain alasan kemanusiaan, Mgr Senno juga menyinggung kondisi keuangan yang tengah dihadapi masyarakat dan institusi, termasuk adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Baca Juga  MILH Ditargetkan Groundbreaking 2027, Pemprov Maluku Proyeksikan 6.000 Lapangan Kerja Baru

Dalam situasi ekonomi yang tidak mudah, ia menilai tidak etis jika Keuskupan justru menggelar acara yang membutuhkan biaya besar.

“Kalau di tengah kesulitan ekonomi ini kita membuat acara yang menghabiskan banyak dana, saya rasa itu tidak adil, bukan hanya kepada Tuhan, tetapi terutama kepada masyarakat kecil,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun umat dan masyarakat pasti akan datang ke acara Natal, namun tidak semua merasakan manfaatnya secara langsung.

No More Posts Available.

No more pages to load.