Porostimur.com, Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus mendorong peningkatan literasi keuangan syariah sekaligus memperkuat sektor jasa keuangan di daerah. Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama insan media dalam program OJK Maluku Bastori bertema “Edukasi Keuangan Syariah dan Update Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Maluku” yang digelar di Red Brick Cafe & Resto Ambon, Rabu (11/3/2026).
Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kondisi sektor jasa keuangan di Maluku hingga saat ini masih berada dalam kondisi stabil dan terus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Menurut Yusuf, perekonomian Maluku pada tahun 2025 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif meskipun sedikit berada di bawah rata-rata nasional.
“Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat sebesar 4,56 persen, sementara secara nasional berada di kisaran 5,1 persen,” ujarnya.
Sektor Perikanan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi
Yusuf menjelaskan, beberapa sektor masih menjadi penopang utama perekonomian Maluku, di antaranya sektor perikanan, administrasi pemerintahan, serta perdagangan. Selain itu, belanja pemerintah melalui APBN dan APBD juga masih berperan penting dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.










