Hingga, kabar keberadaan mereka yang beriman kepada Allah SWT ini akhirnya terdengar oleh sang raja yang zalim. Raja yang penasaran akan keyakinan para pemuda ini lantas memerintahkan mereka untuk datang ke istananya.
Saat dihadapkan dengan sang raja, mereka dengan penuh keberanian dan tanpa keraguan mengumumkan keimanan mereka di depan penguasa yang kejam itu. Bahkan mereka menyampaikan kalimat dakwah kebenaran.
Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda tentang pentingnya menyampaikan kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang zalim. Dalam sebuah riwayat, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang jihad yang paling utama, lalu Rasulullah SAW menjawab, “Kalimat kebenaran di hadapan raja yang zalim” (HR An-Nasa’i)
Mencari Tempat Aman Lalu Tertidur Selama Ratusan Tahun
Setelah para pemuda Ashabul Kahfi berani berdakwah di hadapan raja zalim dan tetap menolak beribadah kepada selain Allah SWT, sang raja menanggapi dengan ancaman. Dia mengultimatum mereka untuk meninggalkan keyakinan atau menghadapi hukuman. Meski dihadapkan pada intimidasi untuk kembali pada ajaran kaumnya, para pemuda itu tidak gentar.
Malam itu, Allah SWT memberi kesempatan bagi mereka untuk melarikan diri, dan mereka pun memutuskan mencari tempat aman. Mereka bergerak menuju sebuah gua yang letaknya sekitar dua farsakh (sekitar 6 kilometer) dari istana, sebagai tempat perlindungan dari kejaran sang raja.











