Abu Jahal dikenal sebagai musuh utama Rasulullah SAW yang selalu menentang ajaran Islam. Pemimpin Quraisy ini memiliki nama asli Amr bin Hisyam dan tinggal di Makkah.
Dari buku Cerita Al-Qur’an susunan M. Zaenal Abidin, julukan “Abu Jahal” yang berarti “Bapak Kebodohan” diberikan kepadanya karena keras kepalanya dalam menolak kebenaran yang dibawa Rasulullah SAW.
Namun, di balik kebenciannya terhadap Islam, ada kisah menarik yang menunjukkan bagaimana Al-Qur’an mampu memikat hati siapa pun yang mendengarnya. Berikut kisahnya yang diambil dari buku Peristiwa di Balik Turunnya Al-Qur’an tulisan Muhammad Nasrulloh.
Pada suatu malam yang sunyi, Abu Jahal tanpa sengaja melewati tempat Rasulullah SAW sedang membaca Al-Qur’an. Suara lantunan ayat-ayat suci itu begitu indah dan menyentuh hati. Tanpa sadar, ia berhenti dan mendengarkan dengan penuh perhatian hingga waktu subuh tiba.
Ternyata, dua tokoh Quraisy lainnya, yaitu Abu Sufyan dan Akhnas bin Syarif, juga melakukan hal yang sama. Ketiganya mendengarkan secara diam-diam, seolah tak kuasa menolak keindahan ayat-ayat yang dilantunkan Rasulullah SAW.
Ketika pagi menjelang, mereka bertemu di jalan dan menyadari bahwa masing-masing telah melakukan hal yang sama. Merasa malu, mereka sepakat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Namun, rupanya mereka kembali datang dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an Baginda Nabi pada malam berikutnya. Hal ini terus berulang selama tiga malam berturut-turut.









