Muhammad bin Sirin juga seorang ahli fiqih dan banyak meriwayatkan hadis , lebih dari itu ia dikenal sebagai seorang yang wara’ , berusaha untuk selalu berhati-hati dalam agama, suka memuliakan tamu-tamunya, sering menunaikan salat malam dan menangis dalam salatnya serta membiasakan puasa Daud ‘alaihis salam.
Ibnu Sirin selalu mewarnai rambutnya dengan henna yang merupakan ciri khasnya. Dia pendek, perutnya buncit, dan menderita tuli ringan, tapi itu tidak mencegahnya bergaul dengan orang. Dia dikenal karena humor dan tawanya yang polos.
Beliau menjadi pemimpin terpercaya dan seringkali menjadi rujukan umat untuk memperoleh fatwa yang selaras dengan petunjuk Al-Kitab dan As-Sunnah.
Setiap kali dia melewati pasar, semua orang akan bersorak. Dia akan selalu membantu orang-orang yang membuatnya sangat dihormati di kalangan masyarakat bawah.
Dia menjadi ayah dari 30 anak-anak dan di antaranya hanya satu, Abdullah yang hidup.
Beliau bersahabat dengan sufi mistik Hassan al-Basri (110-110 AH) yang meninggal hanya 100 hari kemudian.
Putra Pasangan Budak
Kakek Ibn Sirin berasal dari wilayah Jerjeraya di Baghdad tengah, sebelah timur Sungai Tigris. Ia lahir di era khalifah ketiga Usman bin Affan , dua tahun sebelum Sayyidina Usman menjadi Khalifah.









