Kisah Kapal Nabi Nuh dalam Al-Qur’an yang Berlabuh di Gunung Judiy

oleh -19 Dilihat

Selain orang-orang yang ada di dalam kapal, tidak ada yang selamat dari bencana banjir tersebut. Tatkala banjir telah reda, kapal Nabi Nuh AS kemudian terdampar dan berlabuh di sebuah bukit tinggi yang disebut Al-Judy. Hal ini sebagaimana tercatat dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 40,

وَقِيْلَ يٰٓاَرْضُ ابْلَعِيْ مَاۤءَكِ وَيٰسَمَاۤءُ اَقْلِعِيْ وَغِيْضَ الْمَاۤءُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُوْدِيِّ وَقِيْلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: “Difirmankan (oleh Allah), “Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai langit, berhentilah (mencurahkan hujan).” Air pun disurutkan dan urusan (pembinasaan para pendurhaka) pun diselesaikan dan (kapal itu pun) berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan, “Kebinasaanlah bagi kaum yang zalim.” (QS Hud: 44)

Baca Juga  BMH Bangun Lima Rumah Dai di Pesantren Hidayatullah Tobelo

Wallahu a’lam.

sumber: detikhikmah

No More Posts Available.

No more pages to load.