Nabi Ayub AS adalah nabi dan rasul utusan Allah SWT. Beliau diuji dengan sakit parah selama belasan tahun oleh Sang Khalik.
Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa’ ayat 163,
اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ
Artinya: “Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud.”
Dinukil dari Qashash Al Anbiyaa karya Ibnu Katsir terjemahan Umar Mujtahid, Ayub AS adalah sosok yang sangat sabar. Ia bahkan tidak pernah mengeluh sekali pun meski diuji penyakit kulit bertahun-tahun lamanya.
Sebelum tertimpa ujian dari Sang Khalik, Ayub AS adalah sosok yang kaya raya. Hartanya berlimpah dan memiliki banyak binatang ternak, budak, serta tanah yang terbentang dari Tsaniyah sampai Hauran.
Allah SWT kemudian menguji sang nabi dengan penyakit kulit dan mengambil seluruh kenikmatannya. Banyak juga musibah lain yang menghampiri Nabi Ayub AS, seperti anak-anaknya yang meninggal dan hartanya yang habis tanpa sisa.









