Satu Triliun untuk Media

oleh -197 views
Ahmadie Thaha/Ist

Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Pagi itu, aula besar Kejaksaan Agung berubah jadi panggung drama yang tak kalah megah dari final Indonesia’s Got Talent. Bedanya, kali ini talenta yang ditampilkan bukan penyanyi atau pesulap, melainkan uang — ya, uang sungguhan — menggunung setinggi hampir dua meter.

Tumpukan rupiah merah itu dibungkus plastik bening, berkilau di bawah lampu sorot yang biasanya hanya menyinari tersangka. Presiden Prabowo Subianto berdiri di depan “gunung uang” itu dengan tatapan antara takjub dan curiga. Di sebelahnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Dia tampak bangga — kali ini seperti penyelam yang baru menemukan harta karun di Teluk Jakarta. Sementara di depan mereka, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menatap kalkulator dalam kepalanya, mencoba menebak: berapa bunga yang bisa dihasilkan dari Rp13 triliun kalau disimpan di deposito negara?

Suasana khidmat, tapi absurd. Para pejabat berdiri tegak di depan “monumen rupiah” itu seolah menatap simbol kebajikan yang lahir dari dosa. Kamera-kamera media berdesakan, blitz menyala bertubi-tubi, seakan semua ingin menangkap satu momen yang bisa jadi ikon pemerintahan bersih.

Baca Juga  Perkuat Digitalisasi Bansos, Pemkot Ambon Latih 650 Agen

Atau, paling tidak, bersih dari sisa-sisa uang CPO yang sempat disedot tiga korporasi besar lewat jalur korupsi. Dari Wilmar Group sendiri, negara berhasil menarik Rp11,8 triliun; dua grup lain baru menyetor sebagian, mungkin masih sibuk menjual aset yang belum digadaikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.