Nabi Syuaib AS adalah nabi dan rasul yang diutus untuk penduduk Madyan. Kisahnya tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an.
Menurut Qashasul Anbiya karya Ibnu Katsir terjemahan Umar Mujtahid, kala itu penduduk Madyan dianugerahi tanah yang subur. Mereka tinggal di perbatasan Syam dan Hijaz, yaitu wilayah Mu’an.
Penduduk Madyan juga disebut sebagai bani Madyan bin Ibrahim Al Khalil. Pekerjaan mereka sehari-hari berdagang di pasar.
Meski begitu, mereka memiliki sifat yang buruk. Dalam bisnis, penduduk Madyan sering mengurangi timbangan dan meminta lebih tetapi mengurangi setiap memberi.
Penduduk Madyan bahkan menyembah berhala dan enggan tunduk kepada Allah SWT. Mereka menganggap benda-benda mati tersebut sebagai pemberi kehidupan dan berkah.
Nabi Syuaib AS diutus untuk memperbaiki akhlak penduduk Madyan. Allah SWT berfirman dalam surah Al A’raf ayat 85,
وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya: “Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”









