Nabi Syuaib AS lantas menyampaikan ajaran tauhid dan berusaha membawa penduduk Madyan ke jalan yang benar. Beliau diberi mukjizat kemampuan bicara yang hebat.
Tutur kata sang nabi yang baik, menyebabkan dirinya diberi julukan khatibul anbiya atau juru bicara para nabi. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW mengatakan Nabi Syuaib AS, “Dia adalah khatibul anbiya.”
Dengan gigih, Nabi Syuaib AS terus berdakwah menyampaikan ajaran tauhid. Dia terus menasehati kaum Madyan agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan.
Dilansir dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, Syuaib AS menghadapi banyak rintangan. Dia percaya kaumnya bisa kembali ke jalan yang benar.
Kesabaran yang luar biasa itu membuahkan hasil. Beberapa kaum Madyan percaya terhadap Nabi Syuaib AS, namun banyak juga yang memilih tetap musyrik dan enggan mempercayai sang nabi.
Nabi Syuaib AS lalu berdoa kepada Allah SWT agar kaumnya diberi azab. Mendengar doa dari utusan-Nya, Allah SWT meminta Nabi Syuaib AS pindah dari wilayah tersebut agar tidak terkena petaka yang akan ditimpakan oleh Allah SWT.
Kemudian, Nabi Syuaib AS meninggalkan wilayah Madyan dengan pengikutnya yang beriman. Setelah itu, azab diturunkan kepada kaum Madyan dengan wujud hembusan udara yang sangat panas.










