Kisah Preman Pasar Ukaz Umar bin Khattab Masuk Islam

oleh -1,121 views

Teman-temannya mau mengajaknya mengobrol kalau-kalau dengan demikian ia dapat menahan cara melangkahnya yang lebar itu. Pembicaraan yang pada mulanya tenang-tenang saja berubah menjadi perdebatan yang panas.

Pemuda itu berhenti melangkah, matanya yang sudah berubah merah menandakan kemarahannya mulai menyala. Ia memilin-milin kumisnya yang sudah tumbuh lebat seraya berkata:

“Kalian mau menakut-nakuti aku dengan anak muda itu! Aku bukan anak Khattab kalau tidak mengajaknya bergulat begitu aku bertemu dia!”

Ia melangkah lebih lagi cepat-cepat, sehingga teman-temannya di belakangnya agak berlari.

Begitu sampai di gelanggang adu gulat yang diadakan di samping Pasar Ukaz, dilihatnya pemuda-pemuda yang tegap-tegap sudah berkerumun, menyaksikan salah seorang dari mereka sedang merundukkan badannya di dada lawannya yang sudah dibuatnya tergeletak di tanah.

Baca Juga  Lepas 461 JCH ke Tanah Suci, Wali Kota Ambon Doakan Kembali sebagai Haji Mabrur

Tatkala orang banyak melihat Umar bin Khattab datang menuju ke tempat mereka cepat-cepat mereka memberi jalan. Kedua pegulat itu bergabung dengan para penonton.

Mereka yakin kedatangan Umar bukan untuk menonton tetapi datang hendak bergulat. Masih dengan sikapnya yang marah Umar memutar matanya kepada para penonton.

Setelah dilihatnya pemuda yang tadi sedang berbicara dengan kawan-kawannya, dipanggilnya untuk diajak bertanding. Pemuda itu tersenyum sambil melangkah ke tengah-tengah gelanggang, penuh percaya diri akan kekuatan dan kemampuannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.