Kisah Raja Namrudz Mengaku Tuhan dan Menikahi Ibunya Sendiri

oleh -776 views

Apabila dia berteriak kepada binatang-binatang buas atau binatang-binatang liar, maka binatang-binatang tersebut berjatuhan karena kerasnya teriakan Kan’an.

Dia menikah dengan seorang wanita yang kemudian mengandung Namrudz. Ketika masa kehamilannya sudah cukup wanita tersebut melahirkannya.

Bapak anak itu, Kan’an, berkata kepada wanita tersebut, “Anak ini terlahir akan membawa kejelekan. Bunuh saja atau buang saja ke tanah lapang agar dia mati.”

Mendapati perintah demikian, wanita tersebut membawa Namrudz, dan melemparkannya ke tanah lapang di antara kumpulan sapi yang sedang merumput.

Anehnya, semua sapi menjauhinya dan setiap kali ada binatang yang melihatnya, binatang itu kabur menjauhinya. Akhirnya, ibunya datang mengambilnya.

Sang ibu lalu membawanya dan melemparkannya ke sebuah sungai. Perempuan itu menyangka bayinya itu telah tenggelam, padahal kenyataannya anak tersebut terbawa arus sampai ke sebuah sumur dengan selamat.

Baca Juga  Langgar Disiplin, Kapolresta Ambon PTDH Satu Personel Samapta

Allah menundukkan seekor macan tutul betina untuk menyusuinya. Hal itu dilihat oleh penduduk suatu kampung, lalu mereka membawa anak tersebut dan mengurusnya. Mereka memberinya nama Namrudz.

Menginjak usia remaja, Namrudz suka mengganggu orang-orang di jalan dan dia bisa menghimpun banyak orang menjadi pengikutnya. Berita ini sampai ke telinga bapaknya, Kan’an. Hanya saja Kan’an tidak tahu bahwa itu anaknya. Maka, Kan’an mengumpulkan bala tentaranya, pergi untuk menemui Namrudz.

No More Posts Available.

No more pages to load.