Kisah Tobat Habib al-‘Ajami, Dari Rentenir hingga Menjadi Wali Allah

oleh -28 views

Nama Habib bin Muhammad al-‘Ajami al-Bashri dikenal dalam sejarah Islam sebagai salah satu tokoh sufi besar. Namun, sedikit yang tahu bahwa sebelum mencapai derajat mulia tersebut, hidup Habib al-‘Ajami justru dipenuhi kesombongan, kekayaan, dan praktik riba yang membuat banyak orang menjauh darinya.

Habib al-‘Ajami adalah seorang Persia yang menetap di Bashrah. Pada masa mudanya, ia hidup bergelimang harta. Kekayaannya bukan hanya membuatnya berkuasa, tetapi juga angkuh. Ia dikenal sebagai penagih utang yang kejam. Setiap hari ia berkeliling kota, menagih piutang dari orang-orang yang berutang kepadanya. Jika mereka tak mampu membayar, ia mencari-cari alasan agar tetap mendapatkan uang, bahkan dengan dalih sepatunya aus karena perjalanan.

Baca Juga  Selundupkan Sabu Lewat Roti ke Lapas Ambon, Polisi Tangkap Pelaku

Kisah pertobatannya direkam oleh sufi besar Fariduddin Attar dalam kitab Tadzkiratul Auliya, yang hingga kini menjadi rujukan dalam literatur tasawuf.

Peristiwa Daging yang Berubah Menjadi Darah

Suatu hari, Habib al-‘Ajami mendatangi rumah seorang debitur. Namun, orang yang ia cari tak ada di rumah. Yang ditemuinya hanyalah sang istri, seorang perempuan sederhana yang mengaku tidak memiliki apa-apa. Ia hanya menyebutkan sisa leher kambing yang baru saja disembelih.

Habib al-‘Ajami menerima sisa daging itu dan meminta perempuan tersebut memasaknya. Masalahnya, sang perempuan tidak memiliki minyak dan roti. Habib pun menyediakannya, namun dengan syarat biaya itu harus diganti.

No More Posts Available.

No more pages to load.