Kisah Tsumamah bin Utsal, Penguasa Yamamah yang Masuk Islam

oleh -211 views

Para sahabat mengikat Tsumamah pada tiang di Masjid Nabawi sambil menunggu keputusan Nabi Muhammad SAW. Nabi mendekatinya dengan lembut, menyuruh mengirim makanan dan susu unta kepadanya setiap hari.

Nabi bertanya kepada Tsumamah apa yang ada di hatinya, dan ia menjawab bahwa jika dibunuh maka darahnya akan dituntut, jika dibebaskan maka ia akan bersyukur. Pertanyaan itu diulang selama tiga hari, namun Tsumamah tetap pada jawabannya.

Pada hari ketiga, Nabi Muhammad SAW memerintahkan sahabat untuk membebaskan Tsumamah tanpa syarat. Tsumamah kemudian pergi ke kebun kurma dekat Baqi’, mandi, dan membersihkan diri.

Setelah itu, Tsumamah kembali ke masjid dan mengucapkan syahadat, menyatakan masuk Islam. Ia mengakui bahwa sebelumnya wajah Nabi paling dibencinya, kini menjadi yang paling dicintai.

Nabi menyuruh Tsumamah melanjutkan umrahnya sesuai tuntunan Islam. Saat memasuki lembah Makkah, ia mengumandangkan talbiyah dengan suara keras: “Labbaik Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.”

Baca Juga  Pelni Perluas Akses Transportasi ke Malut, KM Tatamailau Perdana Sandar di Tobelo

Membuat Kaum Quraisy Murka

Masih diceritakan dari sumber yang sama, keputusan Tsumamah untuk memeluk Islam dan mengikuti Nabi Muhammad membuat marah kaum Quraisy pada saat itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.