Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam proses ini—mulai dari lembaga riset, akademisi, hingga komunitas lokal yang aktif mendukung upaya konservasi di lapangan.
Langkah ini, katanya, bukan hanya memperkuat perlindungan ekosistem laut, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi biru dan wisata bahari berbasis kelestarian lingkungan.
Maluku Menuju Pengelolaan Laut Berkelanjutan
Erawan menegaskan, penetapan tiga kawasan konservasi ini sekaligus memperkuat posisi Maluku sebagai provinsi kepulauan yang berdaya saing dalam tata kelola laut berkelanjutan.
“Dengan adanya kawasan konservasi ini, kita tidak hanya melindungi ekosistem, tapi juga menciptakan ruang bagi pengembangan ekonomi biru, wisata bahari, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” tutupnya.
Penetapan ini menandai babak baru perjalanan Maluku sebagai “provinsi laut” yang berkomitmen menjaga warisan alamnya. Di tengah tantangan eksploitasi sumber daya, konservasi menjadi pilihan strategis—bukan hanya untuk menjaga ekosistem, tetapi juga masa depan generasi kepulauan yang hidup dari laut. (Piere Pattipawaey)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com











