KNPI Kepulauan Sula Serius Kawal Masalah PT MTP dan Warga Falabisahaya

oleh -6 Dilihat

soal lain yang menurut dia juga harus dibicarakan adalah, lokasi tambatan perahu yang hendak mau diambil alih oleh pihak perusahan, padahal sudah bertahun-tahun masyarakat setempat menggunakan lokasi itu untuk tambatan perahu, karena di situlah tempat yang paling aman dan dapat mempermudah segala bentuk aktivitas kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

“Kami berharap agar pada RDP besok, KNPI juga turut diundang. Apabila sampai jam 6 sore kami tidak mendapatkan undangan dari sekratariat DPRD maka besok kami akan demo biar DPRD dan pihak perusahaan tahu bahwa kami tidak main-main soal ini,” tegas Rifai

Pria asal Desa Modapia, Kecamatan Mangoli Utara ini menegaskan, jika Komisi II melakukan RDP dengan pihak perusahaan tanpa melibatkan KNPI, maka dirinya akan memimpin demontrasi di depan kantor DPRD.

Baca Juga  Sebulan Berlalu, Dugaan Pencabulan Anak di Malra Belum Ada Tersangka

“Kami meminta agar pihak perusahaan lebih transparan dalam pembahasan Amdal, karena dari situlah kami juga akan tahu terkait dengan beragam dampak negatif setelah perusahan ini beroperasi,” pintanya.

Rifai memaparkan, tuntutan KNPI agar pihak perusahaan dapat membuktikan analisis dampak lingkungan (Amdal) dan perekrutan karyawan. Dia juga meminta pihak perusahaan untuk mengutamakan putra-putri asal Kepulauan Sula.

No More Posts Available.

No more pages to load.