Penegasan ini sekaligus menjadi peringatan bagi calon peserta maupun orang tua agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengaku memiliki kedekatan atau akses khusus dengan panitia penerimaan.
Praktik percaloan bukan hanya berpotensi merugikan secara finansial, tetapi juga dapat mencederai prinsip seleksi yang harus berjalan sesuai aturan.
Kuota Besar Bukan Jaminan Kelulusan, Pemuda Maluku Diminta Siapkan Diri
Meski peluang penerimaan disebut mencapai 12 ribu orang, Pangdam mengingatkan bahwa setiap calon prajurit tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Karena itu, generasi muda Maluku tidak boleh hanya mengandalkan besarnya kuota penerimaan. Persiapan fisik, kesehatan, mental, kedisiplinan, serta kelengkapan administrasi menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sejak dini.
Calon peserta juga diharapkan aktif mencari informasi mengenai jadwal, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran melalui kanal resmi rekrutmen TNI.
Dengan demikian, kesempatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa harus bergantung pada bantuan pihak-pihak yang menawarkan jalan pintas.
Pangdam Ingatkan Bahaya Calo, Jangan Bayar untuk Lulus TNI
Satu hal yang mendapat penekanan khusus dari Pangdam XV/Pattimura adalah praktik percaloan dalam proses penerimaan prajurit.
Masyarakat diminta tidak menyerahkan uang kepada siapa pun yang mengklaim dapat membantu atau menjamin kelulusan menjadi anggota TNI.










