Selain itu, akan dipasang jaring penahan sampah di bagian ujung. Kodam juga merencanakan pembangunan check box untuk memudahkan pemantauan sedimentasi dan penumpukan sampah di kawasan sungai.
Kodam Klaim Lakukan Pembenahan Sungai dan Kawasan Mardika
Dalam penjelasannya, Kodam XV/Pattimura menyebut pekerjaan yang dilakukan juga mencakup pembenahan kondisi lingkungan sungai dan kawasan sekitarnya.
Sebelum pembangunan dimulai, pihak Kodam mengaku telah melakukan pembersihan sedimentasi dan sampah di dasar sungai serta memperbaiki talud penahan.
Penataan kawasan juga mencakup rencana perbaikan trotoar sepanjang Jalan Pasar Mardika. Langkah ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat, pedagang, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan konsep tersebut, pembangunan di DAS Waitomu diproyeksikan tidak hanya menjadi infrastruktur penghubung, tetapi juga bagian dari penataan kawasan perdagangan Mardika yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kota Ambon.
Namun, seluruh rencana pembenahan tersebut tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baru terhadap lingkungan sungai.
Spesifikasi Sudah Dipaparkan, Kekhawatiran BWS Perlu Dijawab dengan Kajian Teknis
Meski Kodam telah menjelaskan rancangan konstruksi, polemik pembangunan di Waitomu belum serta-merta selesai.









