Ia menilai proses penegakan hukum yang belum tuntas dalam sejumlah kasus berpotensi menyisakan persoalan di tengah masyarakat.
Menurut Edison, pengungkapan pelaku dalam setiap insiden penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah terulangnya bentrokan.
“Jika setiap kali insiden Polda menemukan pelaku, tentu dapat menekan potensi bentrokan antarkampung yang berdampak pada kehidupan, nyawa, dan harta benda milik masyarakat,” ujarnya.
Edison juga meminta konflik antarkelompok tidak dipandang sebagai persoalan biasa karena dampaknya dapat meluas apabila tidak ditangani secara serius.
“Jangan kita anggap bentrok antarkelompok masyarakat ini hal sepele. Kalau tidak ada penanganan secara serius, termasuk ditemukan pelaku, tentu ini bisa meluas. Jadi kita minta Polda tetapkan tersangka dari setiap bentrokan agar ada efek jera,” jelasnya.
Polda Pastikan Kasus Lama Tetap Ditangani
Terkait kendala pengungkapan pelaku, Edison mengakui keterbatasan saksi dapat menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses penyelidikan.
Namun, ia menilai kepolisian memiliki metode penyelidikan dan penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti sebelum menentukan pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
“Jadi kita minta agar dalam waktu yang tidak terlalu lama semua insiden di Maluku ini dapat diungkapkan pelakunya,” tandas Edison.









