“Hal ini untuk menunjang sistem pendidikan di Provinsi Maluku. Sebab terobosan ini jika tidak dilakukan segera tentu akan mempengaruhi mutu pendidikan di Maluku,” katanya.
Ketika di singgung soal kebutuhan listrik di Pulau Kesui dirinya menegaskan bahwa pengadaan mesin baru berkapasitas 100 Kilo Wat (KW) akan dipenuhi pada tahun 2022 ini.
“Jadi, satu unit mesin ini nantinya ditempatkan pada PT PLN di Kesui. Kita sudah dengar bersama, bagaimana komunikasi langsung dengan General Menager (GM) PT.PLN Persero Maluku dan Maluku Utara, barusan saya punya permintaan kepada beliau supaya tahun 2022 ini, satu unit mesin berkapasitas 100 KW harus ditempatkan pada PT PLN di Kesui,” tuturnya. (Nicolas)









