Sebab sebelumnya, tersiar kabar bahwa CCTV di sekitar tempat kejadian penembakan anggota laskar FPI di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 rusak.
“Saya belum lihat langsung itu CCTV karena baru kembali dari luar kota,” kata Amiruddin.
Sebelumnya, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam mengatakan Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan langsung dan pengambilan keterangan di lokasi CCTV yang tidak berfungsi dengan maksimal saat kejadian. Menurut Anam, tim ditunjukkan, diterangkan, dan mendapatkan penjelasan langsung dari Jasa Marga dan petugas teknisnya terkait hal tersebut.
“Termasuk dipraktikkan bagaimana mereka memperlakukan objek tersebut. Komnas HAM RI berterima kasih kepada Jasa Marga beserta jajarannya atas keterbukaan dan kerja samanya,” terang Anam.
Karena itu, kata Anam, makin banyak puzzle yang terungkap, makin cepat terang pula peristiwa tersebut. Namun, Anam tetap masih berharap kepada masyarakat yang mengetahui, memilki, atau menguasai informasi atau hal apapun yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat memberikannya kepada Komnas HAM. (red/rep)




