Korwil XI GMKI: Anak Maluku Harus Jadi Prioritas Dalam Seleksi Akpol

oleh -283 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Rekrutmen calon Akademi Polisi (AKPOL) Tahun 2021 di Provinsi Maluku harus lebih memprioritaskan anak asli daerah Maluku.

Hal ini dikatakan Kordinator Wilayah (Korwil) XI Gerekan Masiswa Kristen Indonesia, Jernis Sinia kepada porostimur.com di Ambon, Ahad (20/6/2021).

Sinia menjelaskan bahwa proses rekrutmen saat ini, mengasilkan 12 calon Taruna Akpol yang akan disaring lagi menjadi lima, maka mereka yang lima orang itu, haruslah anak Maluku.

“Informasi yang kami dapatkan bahwa hanya 5 orang Taruna Akpol saja yang disetujui untuk mengikuti seleksi selanjutnya, maka anak Maluku harus menjadi prioritas,” tegas Sinia

Meskipun diakuinya bahwa semua warga Indonesia memiliki hak yang sama dan rekrutmen ini menerapkan sistem terbuka. Namun, sistem dan mekanisme, serta kuota itu ditentukan oleh negara, sehingga diharapkan jangan sampai membatasi anak-anak Maluku dalam mencapai cita-cita mereka untuk mengabdi kepada negara sebagai bhayangkara negara.

Baca Juga  3 Atlet Junior Maluku, Ikut Kejurnas Panjat Tebing di Kalsel Tanpa Pelatih dan Ofisial

Sinia juga meminta kepada panitia seleksi di tingkat daerah agar ada keterwakilan dari anak asli daerah yang mewakil Provinisi Maluku dalam seleksi tahap akhir nantinya di Pusat.

“Saya berharap panitia seleksi AKPOL daerah Maluku harus memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik asli daerah Maluku agar bisa mewakili Provinsi Maluku,” ungakapnya.

Sinia yakin , putra-putri asli daerah Maluku yang mengikuti seleksi AKPOL adalah putra-putri terbaik daerah ini yang mempunyai kapasitas dan kualitas diri yang baik.

“Kecerdasan, kepribadian dan sikap dari anak Maluku yang ikut seleksi itu pasti baik” ujar Sinia.

“Keterwakilan anak asli daerah Maluku ini merupakan harapan masyarakat Maluku yang kami suarakan. Untuk itu GMKI Wilayah XI Maluku berharap seluruh stakeholder yang ada di Maluku ini harus juga terus mengawal proses ini.

Baca Juga  SKK Migas Bersama DPR RI Komisi VII Mengawali Tahun, dengan menyalurkan bantuan Covid-19 kepada masyarakat Papua dan Maluku.

Karena terdapat informasi jika calon taruna AKPOL yang bukan anak asli daerah Maluku, tidak lahir dan besar bahkan belum setahun menetap di Maluku tetapi bisa memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) daerah ini untuk mengikuti seleksi Taruna AKPOL. Kami berharap semoga hal tersebut jangan sampai berpengaruh untuk seleksi tahapan akhir yang kemudian dapat mengurangi kuota serta mengugurkan anak asli Maluku yang mempunyai potensi dan ingin mengabdi pada negara melalui Korps Banyangkara itu,” paparnya.

Sinia juga meminta pemerintah daerah di Maluku agar dapat melakukan evaluasi terhadap jajarannya terkhusus Disdukcapil, sehingga lebih selektif dalam memberikan indentitas kependudukan kepada siapa saja yang datang ke Maluku.

“Kami tidak membatasi saudara- saudara kami dari luar maluku tetapi jika hanya datang untuk mengikuti tes tes seperti ini lalu tidak menetap di Maluku, itu yang kami sayangkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemikiran Cak Nur Untuk Generasi Millenial

Penentuan calon AKPOL ini akan ditentukan oleh Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri) di Jakarta melalui Panitia Pusat Seleksi Calon Taruna AKPOL.

Untuk itu GMKI Wilayah XI Maluku juga berharap agar Mabes Polri harus adil kepada anak asli daerah Maluku saat penentuan akhir nanti. mengingat kuota yang diberikan negara kepada Maluku itu sedikit. Sehingga anak asli daerah Maluku yang harus diprioritas dalam seleksi tersebut.

“Saya berharap semoga tidak ada sikap diskriminasi terhadap anak asli Maluku dalam seleksi ini” tandas Sinia

Tambah dia sembari mengingatkan, Maluku juga turut andil dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Sehingga harus dihargai untuk turut menjaga keamanan dan keutuhan negara melalui seleksi-seleksi seperti ini. (nicolas)