Porostimur.com | Ambon: Rekrutmen calon Akademi Polisi (AKPOL) Tahun 2021 di Provinsi Maluku harus lebih memprioritaskan anak asli daerah Maluku.
Hal ini dikatakan Kordinator Wilayah (Korwil) XI Gerekan Masiswa Kristen Indonesia, Jernis Sinia kepada porostimur.com di Ambon, Ahad (20/6/2021).
Sinia menjelaskan bahwa proses rekrutmen saat ini, mengasilkan 12 calon Taruna Akpol yang akan disaring lagi menjadi lima, maka mereka yang lima orang itu, haruslah anak Maluku.
“Informasi yang kami dapatkan bahwa hanya 5 orang Taruna Akpol saja yang disetujui untuk mengikuti seleksi selanjutnya, maka anak Maluku harus menjadi prioritas,” tegas Sinia
Meskipun diakuinya bahwa semua warga Indonesia memiliki hak yang sama dan rekrutmen ini menerapkan sistem terbuka. Namun, sistem dan mekanisme, serta kuota itu ditentukan oleh negara, sehingga diharapkan jangan sampai membatasi anak-anak Maluku dalam mencapai cita-cita mereka untuk mengabdi kepada negara sebagai bhayangkara negara.
Sinia juga meminta kepada panitia seleksi di tingkat daerah agar ada keterwakilan dari anak asli daerah yang mewakil Provinisi Maluku dalam seleksi tahap akhir nantinya di Pusat.
“Saya berharap panitia seleksi AKPOL daerah Maluku harus memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik asli daerah Maluku agar bisa mewakili Provinsi Maluku,” ungakapnya.




