Krisis Pendidikan Tinggi: Sebuah Refleksi Hari Pendidikan Nasional

oleh -3 Dilihat

Anggapan tersebut juga didukung oleh hasil survei yang dilakukan Statista pada tahun 2020 tentang faktor penyebab terjadinya pelecehan seksual di Indonesia, yaitu perilaku genit yang dilakukan oleh korban dan persepsi bahwa penggunaan baju yang cenderung terbuka oleh korban dapat mendorong terjadinya perilaku pelecehan.

4. Minimnya Laporan polisi

Fenomena ini akrab disebut dengan istilah fenomena gunung es (iceberg phenomenon), yakni kasus yang ada di permukaan belum tentu mencerminkan jumlah kasus sebenarnya yang terjadi karena dapat dipastikan masih banyak kasus yang tidak terlaporkan atau diadvokasi oleh pihak kampus (BEM BIMA FIKOM UNPAD, 2020). 

Dengan demikian, data yang ada cenderung terbatas pada data yang memang dilaporkan oleh korban pada pihak-pihak tertentu yang menangani kasus kekerasan seksual (Salampessy dalam VOI, 2021).

5. Pihak kampus menutupi kasus kekerasan seksual

Baca Juga  GASMEN Desak Panglima TNI Evaluasi Proyek Kodam di Sungai Waitomu Ambon

Penelitian yang dilakukan Fitri dkk. (2021) pun mengungkapkan beberapa kasus atau kejadian kekerasan seksual di kampus, tetapi kasus yang ada cenderung ditutup-tutupi oleh pihak kampus. Alasan utamanya adalah untuk mempertahankan reputasi yang dimiliki oleh kampus. 

Di Indonesia, tendensi suatu institusi melakukan hal tersebut cenderung dipengaruhi oleh aspek agama dan budaya (Istiadah, dkk., 2020). Alhasil, institusi tersebut pun cenderung menunjukkan support yang terbatas dan korban pun cenderung termotivasi untuk diam agar dapat melindungi dirinya dan institusinya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.