Lagu Tombo Ati: Nasihat Sunan Bonang dari Referensi Banyak Kitab

oleh -662 views
Makam Sunan Bonang, pencipta lagu Tombo Ati. Ilustrasi: Flickr

Poin ini adalah satu-satunya terapi obat hati yang berkaitan dengan sisi sosial dalam kehidupan seseorang. Karena diri seseorang terpengaruh atau berpengaruh dengan kondisi sosial di sekitarnya, di sisi lain setiap orang tidak bisa hidup sendiri. Akan tetapi orang-orang shalih selalu memberikan dukungan kepada orang lain untuk berbuat baik dan tangguh dalam menghadapi kehidupan, bukan sebaliknya.

Keempat, Banyak Berpuasa (Khola al-Bathn)

Berpuasa memang membuat fisik sedikit merasa lemah karena tidak mengkonsumsi makanan dan minuman, tidak seperti biasanya. Di sisi lain, kondisi yang lebih lemah itu juga menjadikan seseorang kemudian bersifat lebih lembut dari biasanya. Jikapun dalam kondisi puasa seseorang itu marah, dia akan menyesal karena dengan marah itu kondisi fisiknya menjadi lebih lemah dan cepat lapar.

Baca Juga  Semifinal Liga Champions, Thierry Henry: “Satu Terbang ke Bulan, Satu Kembali ke Bumi”

Kelima, Zikir di Waktu Malam (at-Tadharru’ ‘inda as-Sahr)

Laman PP Muhammadiyah menjelaskan terdapat perbedaan dalam “Obat Hati” versi bahasa Jawa atau bahasa Indonesia dengan yang bahasa Arab pada poin ini. Karena kata “at-Tadharru’” makna asalnya adalah merendahkan diri, dengan bertobat dan berdoa.

Sedangkan yang diajarkan Sunan Bonang, atau dalam syairnya adalah “zikir wengi ingkang suwe”, atau zikir malam dalam waktu yang lama. Ini tentu saja menyesuaikan dengan kondisi masyarakat Jawa saat itu. Karena dengan zikir, masyarakat Jawa akan lebih memahami apa yang perlu dilakukan untuk mengobati kondisi mereka. Karena dzikir merupakan jalan dan metode untuk merendah diri dihadapan Allah. Sehingga lebih spesifik dan lebih mudah dipahami.

No More Posts Available.

No more pages to load.