Lanjutkan Pembangunan Masjid An-Nur Desa Pohea, Bupati dan Ketua DPRD Kepulauan Sula Diduga Lindungi Kontraktor

oleh -58 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Problem terkait kelanjutan proyek masjid An-Nur Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara tak kunjung usai.

Pasalnya masjid yang tengah bermasalah secara hukum itu, tiba-tiba kembali dikerjakan oleh pihak kontraktor. Padahal tidak ada mata anggaran pada APBD tahun 2020 untuk nomenklatur pekerjaan tersebut.

kami masyarakat pohea merasa bingung karena sesuai dengan rapat dengar pendapat (RDP) komisi III DPRD, PUPRKP dan Bagian Kesra bersama perwakilan masyarakat pohea pada 7 Desember 2019, Komisi PII DPRD SULA menyampaikan bahwa untuk proyek pembangunan masjid pohea pada tahun 2020 tidak diangarkan dalam APBD 2020.

Ketua Pemuda Pohea, Rianto Kaunar, S.Ip pun lantas mempertanyakan dari mana sumber anggaran pekerjaan pembangunan masjid yang saat ini sedang dikerjakan itu.

Link Banner

Menurut Rianto Kaunar, berdasarkan hasil audience, antara pihak pemerintah daerah yang dihadiri oleh Bupati, Sekda,Dinas PUPRKP dan Bagian Kesra beserta Ketua DPRD Kepulauan Sula dengan masyarakat Desa Pohea, telah disepakati bahwa sebelum melanjutkan Tahap V proyek Masjid Pohea, DPUPRKP harus mendatangkan tim ahli untuk melakukan kajian dan evaluasi terhadap lantai dua masjid yang bergetar dan balok penyangga lantai dua (ring balok) yang retak.

Baca Juga  Markas Polisi di Yalimo Papua Diserang, 2 Anggota Luka Terkena Panah-1 Warga Tewas

Hasil kajian tim ahli itulah yang kemudian akan dijadikan dasar untuk menentukan layak atau tidaknya pembangunan Masjid Pohea yang saat ini menjadi polemik.

Selain itu pada audience tersebut juga telah disepakati bersama bahwa hasil penilaian tim ahli akan disampaikan kepada masyarakat Pohea, namun hingga saat ini, masyarakat Pohea tidak diberitahu perihal hasil kajian tim ahli tersebut, sehingga membuat masyarakat Pohea bertanya-tanya, apa saja yang menjadi rekomendasi dari hasil kajian tim ahli tersebut.

“Dan saat ini kelanjutan pekerjaan proyek pembangunan Masjid Pohea sudah mulai dikerjakan. Yang masyarakat inginkan adalah DPUPRKP harus transparan untuk membuka hasil kajian tim ahli ke publik, sehingga masyarakat bisa mengatahui dan kita bisa sama-sama mengawasi pekerjaan lanjutan proyek tersebut karena ini menyangkut dengan kemaslahatan orang banyak”, ujarnya.

Baca Juga  Novel Ungkap Komjen Iriawan Bicarakan 'Jenderal' Usai Aksi Teror

Untuk dapat diketahui bahwa pada pekerjaan lanjutan ini, para pekerja telah melepaskan keramik yang sudah dipasang dan menggali kembali empat lubang besar pada tiang penyangga yang sudah selesai dibangun.

Selain itu, pekerja juga mencopot plafon gypsum yang sudah dipasang, sehingga membuat masyarakat bingung, ada apa sehingga yang sudah dipasang dicopot lagi.

“Kami mengharapkan agar pihak Kepolisian segera melakukan penyelidikan terhadap kasus Masjid Pohea yang telah dilaporkan oleh pemuda Pohea dan HMI Cabang Sanana, agar pihak-pihak yang terlibat segera dimintai pertanggung jawabannya di depan hukum”, tukas Kaunar. (ifo)