Selisih Data Korban Jadi Sorotan
Hingga Jumat, basis data publik Pentagon mencatat 18 kematian personel militer sejak konflik dengan Iran dimulai. Sebanyak 14 di antaranya tercatat dalam kategori Operation Epic Fury, nama operasi yang digunakan pemerintahan Donald Trump untuk perang tersebut.
Lebih dari 820 personel militer AS juga tercatat mengalami luka sejak konflik dimulai.
The Washington Post melaporkan, sejumlah pejabat yang mengetahui penghitungan internal Departemen Pertahanan mempertanyakan mengapa kematian tambahan tersebut tidak tercermin dalam portal publik.
Pentagon sendiri tidak memberikan penjelasan kepada The Post mengenai perbedaan antara angka internal yang dikutip para pejabat tersebut dan data korban yang tersedia untuk publik. Reuters kemudian melaporkan bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah laporan tersebut dan menyebut klaim mengenai jumlah korban yang tidak dilaporkan sebagai tidak benar.
Persoalan pendataan korban bukan hanya menyangkut transparansi publik. Cara kematian personel diklasifikasikan juga dapat berdampak pada hak keluarga yang ditinggalkan.
Setiap kematian personel militer AS biasanya diikuti penyelidikan mengenai apakah kematian tersebut terjadi dalam pelaksanaan tugas. Hasil penyelidikan itu dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan hak dan tunjangan bagi keluarga korban.









