Lima Puisi Rudi Fofid

oleh -1,273 views

SYAIR ORANG KAMPUNGAN

kami datang dari udik
mama biang iris tali pusat kami
pakai sembilu

kampung kami amat perawan
malaikat sering mandi
dewa-dewi tamasya

rimba raya, gunung mulia, sungai lagu, laut ajaib
semuanya hanyalah kamar-kamar
tempat kami sederhanakan hidup

kalau orang kota datang
kami sambut bagai raja
barang dan jasa, semua cuma-cuma

kami suka orang kota
baju, sepatu, tustel, pisau cukur
pomade, logat, semua itu pesona
kalau orang kota pergi
kami antar dengan air mata
kami kenang mereka secara kaya raya

batin kami kenal dua kasta orang kota
satunya pembela dan pembina kami
Satunya pecah-belah dan binasakan kami

kami lugu tetapi orang kota itu lucu
kalau kami ke kota, jadilah berita
mereka tatap ujung kaki sampai ujung rambut kami

kalau kami bicara dengan nada-nada kampung
mereka tertawa geli sampai bertahun-tahun
seakan lagu bahasa kami itu satu kesalahan budaya

Baca Juga  Selat Hormuz: Puisi dan "Hegemoni" Baru

kami diperkenalkan pada kota
beginilah kota, kencing bayar, parkir bayar
beginilah kota, tidak ada mangga dan pepaya gratis

banyak orang kota berhati putih
mereka inilah para pembela dan pembina kami
jika bertemu, mereka ingin gendong kami

tidak sedikit orang kota berhati hitam
mereka pecah-belah kami dan mau binasakan kami
jika bertemu, mereka ingin bius kami

kami orang kampung kecil
tetapi kami punya mimpi besar
maka kami belajar melihat dunia