Ambon, 31 Agustus 2020
=======
REVOLUSI HITAM
Mari kita awali segala dengan bakar batu
Agar bergetarlah jiwa-jiwa beku yang terpenjara ragu
Biarlah cair jadi kibar kobar lidah-lidah api
Biarkan bara perlawanan membakar iklim
Jika asap putih sudah berbuah jamur
Di batas taman sagu dan rimba matoa
Percayalah, revolusi sudah terbakar
Mari buang badan, kita ganjang junta sekalipun
Ini revolusi koteka
Tubuh boleh bugil tapi jiwa tak mungkin gigil
Sebab kami masih sisakan rasa malu
Dalam keharuman minyak lintah
Ini revolusi noken
Perempuan yang mengasuh satu bangsa
Menggendong pada seluruh perjalanan
Ingat, perempuan bisa jungkir balik medan
Ini revolusi cendrawasih
Tarian elok yang mencabik
Tanpa tetes darah
Tetapi sanggup kibar bendera di langit
Ini revolusi hitam
Dari kegelapan kulit sejarah
Kami unjuk gigi paling putih
Sebagaimana isi jantung hati kami
Ini revolusi mace-mace janda
Setelah pace-pace dirampas dari pelukan
Dibawa pergi dan hanya sisa ampas nama
Tanpa bunga, tanpa nisan
Ini revolusi monyet
Nama dan kepala kami dicoret
Dari satu spesies yang sombong
Maka monyet harus merdeka di rimbanya sendiri
O tunee, tunee o
Pergilah ke surgamu
Katakan revolusi hitam sudah dimulai
Kita butuh banyak doa dari bibir Tuhan
O tunee, tunee o
Menarilah dalam konfigurasi cendrawasih
Di langit venus yang molek
Agar kami percaya, bintang kejora bukan bunga mimpi




