Lima Puisi Rudi Fofid

oleh -1,278 views

di atas tanah-tanah baboso
orang kampung akan jaga isi tanah
agar pohon seho terus tumbuh ke langit

dari sana, orang kampung kirim rampa-rampa
padi, ubi, sayur, kelapa, gula merah, ikan, ternak
agar orang kota kenyang, bahagia, walau lupa kampung

dari sana, orang kampung kirim kayu ke kota
agar dibuatkan rumah kayu dan ranjang kayu
tempat orang kota tinggal bulan madu, walau lupa kampung

kami orang kampung
sekali udik tetap udik
orang kota sebut kami kampungan, anjay!

Ambon, 9 Oktober 2020

=========


DI NEGERI YANG TIDAK SUDI ADIL

Di negeri yang tidak sudi adil ini
Sageru begitu pahit
Anggur begitu manis
Sopi ditumpahkan ke tanah asam
Agar anggur bisa naik takhta mulia
Aren begitu terkutuk
Anggur begitu agung

Jika orang kampung ke kantor pakai sandal jepit
Petugas suruh pulang pakai sepatu
“Jangan kampungan,” katanya dengan mata menyala
Jika si pirang datang dengan ketek gondrong berjuntai
Petugas membungkuk bagai orang Jepang
“Plis mester, plis mester!” Katanya sambil buka sepuluh jari
Lalu mereka berebut minta foto bersama
Sebelum diantar ke ruang kepala kantor

Baca Juga  Pemimpin Revolusi Islam Mojtaba Khamenei Puji Ketangguhan Militer Iran Hadapi Agresi AS-Israel

Di negeri yang tidak sudi adil ini
Pohon-pohon lurus ditebang habis
Tinggallah pohon-pohon miring
Jika investor datang
Pembesar di sini menjamu dengan menu dewa-dewi
Walau sebenarnya investor pakai taktik kuno
Menjadikan orang-orang di sini sebagai budak bedinde
Jika orang-orang di sini datang
Pembesar di sini menjamu dengan angin surga
Walau sebenarnya orang-orang di sini sederhana saja
Merawat rimba dan laut agar seluruh bangsa bisa makan patita