Lingkaran Dalam yang Menyempit

oleh -95 Dilihat

Baik Dadan maupun Nanik tidak pernah berpengalaman di pemerintahan sebelumnya. Dadan adalah seorang profesor ahli entologi (serangga). Dia tidak pernah mengelola organisasi besar sebelumnya. Nanik kita kenal sebagai mantan wartawan tabloid. Satu-satunya pengalaman dia berorganisasi adalah menjadi komisaris perusahaan.

Singkatnya, BGN mengalami krisis kepemimpinan. Prabowo akhirnya mendudukkan seorang loyalis, yang dia didik sendiri, untuk duduk di kursi kepemimpinan BGN. Dia adalah Sudaryono.

Sudaryono masih sangat muda. Umurnya baru 41 tahun. Dia berasal dari Grobogan, Jawa Tengah. Biografinya sangat mengesankan. Dia lahir dari keluarga sederhana. Dia mendapat beasiswa belajar di sekolah elit SMA Taruna Nusantara. Ini adalah sebuah sekolah yang sering di anggap sebagai sekolah persiapan masuk ke Akademi Militer, yang letaknya juga tidak jauh dari lokasi TN.

Baca Juga  Puluhan Tahun Terisolasi, Warga Watui Terpaksa Tandu Orang Sakit Puluhan Kilometer

Namun Sudaryono gagal masuk Akmil. Saat hendak ujian, ketika berangkat ke Jakarta dan sampai di terminal Pulogadung, dia beli tiga arem-arem. Dua dia makan. Dan ketika dimakan yang ketiga, dia baru sadar bahwa arem-arem itu basi. Dia kena tipes. Dan, gagal masuk Akmil.

Dia menangisi nasibnya itu. Namun tidak lama, kakak kelasnya di SMA TN, Sugiono (sekarang jadi menteri luar negeri) membawanya menemui Prabowo. Sudaryono kemudian disekolahkan ke Akademi Pertahanan Nasional di Jepang. Setelah selesai, pada 2010 sampai 2015, Sudaryono menjadi asisten pribadi Prabowo. Dia mengaku bahwa dia mendapat banyak dari Prabowo. Mulai dari belajar bisnis hingga politik.

No More Posts Available.

No more pages to load.