Kariernya kemudian berlanjut di Amerika Serikat bersama New York City FC sebelum memutuskan pensiun pada 2016.
Di dunia kepelatihan, Iraola memulai dari AEK Larnaca di Siprus, lalu menangani Mirandes dan Rayo Vallecano sebelum akhirnya meraih kesuksesan di Inggris bersama Bournemouth.
Filosofi Permainan Agresif
Iraola dikenal dengan gaya bermain agresif dan atraktif, mengandalkan pressing tinggi, tempo cepat, serta intensitas permainan yang konsisten.
Pendekatan tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan filosofi yang pernah membawa Liverpool berjaya di era Jurgen Klopp.
Ia juga kerap menggunakan formasi 4-3-3 dengan memaksimalkan kecepatan pemain sayap untuk memberikan tekanan konstan kepada lawan.
Faktor Kedekatan dengan Manajemen
Penunjukan Iraola tidak lepas dari peran Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes, yang pernah bekerja sama dengannya di Bournemouth.
Kedekatan tersebut membuat Hughes memahami secara langsung metode kerja dan kualitas kepemimpinan Iraola, sehingga namanya menjadi prioritas utama saat posisi pelatih kosong.
Sejumlah staf lama Iraola di Bournemouth juga disebut berpeluang bergabung ke Liverpool untuk memperkuat tim kepelatihan.
Fokus Pramusim dan Target Trofi
Iraola dijadwalkan mulai memimpin tim pada awal Juli 2026, dengan agenda awal berupa tur pramusim di Amerika Serikat.










