Lokasi Rumput Laut di Malra Terpenuhi Unsur Sesuai Tata Ruang Bappeda

oleh -52 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Setelah ditetapkan pemerintah pusat sebagai kampung rumput laut, kini Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara telah menyediakan lahan seluas 7 ribu hektar dari 11 ribu hektar yang ada.

Pernyataan ini di sampaikan Deputi dan tenaga Ahli Kementrian Kemaritiman dan Kemenalves, Dr. Safri Burhanudin, dalam kunjungan ke Pulau Nai, Selasa (24/8/2021).

Burhanudin mengatakan, setelah melakukan kunjungan ke empat lokasi yang ditentukan sebagai kawasan Budidaya rumputlaut oleh Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, yakni Letvuan, Letman, Sathean dan Pulau Nai, semuanya memenuhi tergantung dukungan dari sumber daya manusianya.

Menurut Burhanudin, lokasi yang dikunjungi dinilai istimewa, karena bebas dari konflik masyarakat, serta terbebas dari limbah.

“Tingga bagaimana petani rumput laut bisa mengelolanya dengan baik, karena salah satu yang dihadapi para petani rumput laut adalah masalah pembibitan, sehingga kedepan stok pembibitan akan didatangkan dari pusat,” katanya.

Baca Juga  Hari Ini Maluku Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 160 Orang

Masalah lain yang juga dihadapi para petani menurutnya adalah bagaimana persoalan harga rumput laut, di mana dari hasil temuan lapangan sering terjadi pasang surut harga yakni berkisar antara Rp6 ribu sampai Rp19 ribu.

“Dengan harga ini kedepan disiapkan kontrak kerjasama dengan investor, sehingga dari sisi ekonomi tidak merugikan para petani rumput laut, minimal harga perkilo gramnya mencapai Rp20.000 sampai Rp22.000”, tegas Burhanudin.

Lebih lanjut di katakan, satu masalah yang dihadapi petani atau pembudidaya rumput laut adalah masalah penggunaan tali, di mana jika satu orang pembudi daya membutuhkan 20 bentangan, itu menggunakan lahan seper empat hektar, dan jika kebutuhan mencapai 50 bentangan, berapa banyak yang akan digunakan, apalagi yang membutuhkan mencapai ribuan orang, tentu dipikirkan bagaimana bisnis pendukungnya.

Baca Juga  Bupati Malra Resmikan Puskesmas Elat Kei Besar

“Untuk itu kedepan akan dipikirkan bagaimana perusahan yang bergerak di bidang produksi khusus kebutuhan rumput laut, yang bisa menawarkan harga dengan relatif murah, tentu sangat menguntungkan para pembudidaya,” bebernya.

“Satu hal yang sangat diapresiasi adalah seluruh lokasi yang ditinjau masuk dalam pengelolaan tata ruang tata kelola Bappeda, dan terbebas dari lintasan kapal laut,” paparnya. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.