Luhut Sudah Mulai Berani Senggol Kader Senior PDIP, Tanda Perang Terbuka Dimulai

oleh -125 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Semprotan Koordinator PPKM Pulau Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan kepada Gubernur Bali yang sekaligus kader senior PDI Perjuangan, I Wayan Koster. Hal ini semakin menguatkan bahwa PDI Perjuangan tengah jadi sasaran Luhut.

Tujuannya, untuk melemahkan partai banteng moncong putih jelang Pemilu 2024. Begitu kata pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie.

“Iya mulai kelihatan sasarannya kader PDIP. Kenapa yang lain-lain tidak disemprot,” kata Jerry dikutip dari RMOL.

Jerry yakin Presiden Joko Widodo sebagai atasan Luhut tidak akan memberi teguran kepada sang menteri yang telah menyemprot anak buah Megawati Soekarnoputri tersebut. Hal itu juga semakin menegaskan bahwa bibit-bibit pertarungan Pilpres 2024 mulai terlihat nyata di masyarakat.

Apalagi di hari ini publik juga tengah diramaikan dengan penurunan baliho Ketua DPP PDIP Puan Maharani secara masif oleh Satpol PP di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang notabene adalah kandang banteng.

Baca Juga  Belain Serukan Presiden dan Jajarannya Sumbang Gaji untuk Perangi Corona

“Kelihatan genderang perang menuju 2024 makin nyata,” sambung Jerry.

Jerry Massie sendiri telah menyarankan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menyikapi dinamika yang terjadi di lingkaran pemerintah.

Megawati Soekarnoputri harus menarik kader-kadernya dari kabinet dan mendeklarasikan partai banteng moncong putih sebagai oposisi.

Sementara itu, saat berkunjung ke lokasi isolasi terpusat di Buleleng, Bali Utara, Kamis siang (12/8), Luhut Binsar Pandjaitan menyemprot I Wayan Koster.

Laporan dari anak buahnya bahwa ada sejumlah puskesmas yang “bermain” dengan pasien Covid-19 jadi alasan kemarahan Luhut.

“Sama tadi itu puskesmas, puskesmas dinkesnya ‘bermain’ lho itu,” kata Luhut saat berbincang dengan Gubernur Koster didampingi Mendagri Tito Karnavian dan Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga  KPK Langsung Eksekusi Anas Urbaningrum ke Lapas Sukamiskin

“Saya enggak mau dengar, nyatanya enggak siap. Saya dapat laporan dari anak buah saya yang sudah datang kemari tiga hari, laporannya sama seperti ini,” imbuhnya.

Luhut meminta Pemda Bali memiliki sense of crisis terhadap masyarakatnya yang saat ini masih berjuang dengan pandemi Covid-19.

“Jadi kalau kita enggak kompak Pak, yang meninggal kan rakyat kita. Ayo. Bisa enggak?” tegasnya lagi.

(red/wartaekonomi)