Ambulans Laut Tak Kunjung Tiba, Pemkot Ternate Diminta Buka Penjelasan
Pemerhati hukum, Muis Ade, meminta Pemerintah Kota Ternate tidak menganggap persoalan tersebut sebagai kejadian biasa.
Menurutnya, ketika seorang pasien telah mendapatkan penanganan medis dan dinilai perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai, sistem rujukan harus mampu memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dan tepat waktu.
“Ini bukan lagi sekadar persoalan keterlambatan ambulans. Ini menyangkut bagaimana pemerintah kota hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan medis. Pasien direncanakan dirujuk pukul 08.30 WIT, tetapi harus menunggu sekitar 10 jam 45 menit dan akhirnya meninggal dunia di puskesmas,” kata Muis Ade.
Ia meminta Pemerintah Kota Ternate, khususnya Dinas Kesehatan, memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan ambulans laut tidak kunjung tiba hingga pasien meninggal dunia.
“Pertanyaannya sederhana, mengapa pasien yang sudah direncanakan untuk dirujuk pukul 08.30 WIT harus menunggu sampai sekitar 17.15 WIT tanpa mendapatkan evakuasi? Ini harus dijelaskan secara terbuka kepada keluarga almarhum dan masyarakat Moti,” tegasnya.
Menurut Muis, evaluasi tidak boleh berhenti pada persoalan satu kejadian. Pemerintah perlu melihat secara menyeluruh kesiapan sistem rujukan di Pulau Moti, termasuk jumlah armada, kesiapan operasional, mekanisme pemanggilan serta koordinasi antara fasilitas kesehatan dan pihak yang menangani transportasi laut.









