Bagi Muis, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut keluarga Mahmud Harun. Keterbatasan layanan rujukan dan ambulans laut merupakan persoalan keselamatan seluruh masyarakat Pulau Moti.
“Ini bukan semata-mata kepentingan satu keluarga, tetapi menyangkut keselamatan seluruh masyarakat Moti,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah tidak menunggu sampai masyarakat turun ke jalan untuk mengambil langkah pembenahan.
“Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah masyarakat turun ke jalan. Pemerintah harus hadir sebelum masyarakat dipaksa untuk bergerak. Kasus almarhum Mahmud Harun harus menjadi momentum terakhir untuk membenahi sistem rujukan dan pelayanan ambulans laut di Pulau Moti,” pungkasnya.
Muis Ade juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
“Atas nama pribadi, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Mahmud Harun, warga Kelurahan Tafamutu. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” ujarnya.
Ia menilai, duka keluarga Mahmud Harun semestinya menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Ternate untuk melakukan evaluasi serius terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.









