يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَنَاجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَاجَوْا بِالْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُوْلِ وَتَنَاجَوْا بِالْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu saling mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah berbicara tentang perbuatan dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul. Akan tetapi, berbicaralah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Mujadalah: 9)
Apa bahaya dari berbuat maksiat?
Bahaya Berbuat Maksiat
Maksiat mendatangkan banyak bahaya bagi pelakunya. Mengacu sumber sebelumnya, berikut merupakan beberapa dampak negatif berbuat maksiat.
1. Memperpendek Umur dan Mengurangi Keberkahan
Umur yang sebentar dan hanya digunakan untuk berlaku maksiat akan menjadi sangat sia-sia, karena keberkahan umurnya akan dikurangi. Hal ini turut dikatakan Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam salah satu kitabnya, Al-Jawab al-Kafi.
“Merupakan dampak buruk dari maksiat adalah memperpendek umur dan melenyapkan barakahnya. Sebagaimana kebaikan itu dapat memperpanjang umur maka durhaka dapat memperpendek umur,” kata Ibnu Qayyim seperti diterjemahkan Ahmad Luqmanal-Hakim.
Sebagian kelompok berpendapat maksud berkurangnya umur akibat perbuatan maksiat adalah hilangnya keberkahan umurnya. Adapun, kelompok lain berpandangan maksiat memang benar-benar bisa mengurangi umur seperti halnya mengurangi rezeki.










