Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari parade budaya, dialog publik, sarasehan tematik, sidang organisasi, pemilihan pengurus nasional, pameran foto, hingga pemutaran film yang mengangkat perjuangan pemuda adat.
Ketua Panitia Jamnas V BPAN, Cindy Yohana, mengatakan jambore merupakan amanat organisasi sejak BPAN dideklarasikan pada 2012. Selama lebih dari satu dekade, BPAN terus membangun kaderisasi pemuda adat melalui jambore di tingkat kampung, wilayah, hingga nasional.
Sementara itu, Deputi I Sekretaris Jenderal AMAN, Eustobio Rero Renggi, menegaskan Jamnas menjadi momentum penting untuk melanjutkan regenerasi kepemimpinan Masyarakat Adat di tengah berbagai tantangan, mulai dari perampasan wilayah adat, kriminalisasi, hingga semakin berkurangnya generasi muda yang memilih meninggalkan kampung.
Penjabat Ketua Umum BPAN, Hero Aprila, menambahkan bahwa Jamnas V menghasilkan sejumlah dokumen strategis organisasi, termasuk arah program kerja dan manifesto pemuda adat sebagai komitmen bersama dalam memperjuangkan pengakuan serta perlindungan hak-hak Masyarakat Adat di seluruh Nusantara.
(Leonard Manuputty)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com





