Mampukah Muktamar NU Steril dari Intervensi Kekuasaan?

oleh -21 views
Toni Rosyid

Kedua, penguasa punya logistik yang tidak terbatas. Logistik yang tidak mungkin mampu disaingi oleh pihak manapun.

Untuk melakukan konsolidasi, seorang calon ketua PBNU butuh logistik yang tidak kecil. Tiket pesawat, hotel dan akomodasi lainnya untuk para pendukung tidak sepenuhnya dapat dipenuhi secara proporsional oleh panitia Muktamar. Disinilah celah bagi penguasa masuk dengan kekuatan logistiknya.

Intervensi kekuasaan terhadap ormas, apalagi sekelas NU adalah hal yang biasa terjadi, bahkan menjadi warisan politik turun temurun. Pada akhirnya akan kembali kepada calon-calon ketua PBNU yang akan maju ke Muktamar. Apakah mereka membuka ruang bagi penguasa untuk memenangkan dirinya? Ini yang akan menentukan independensi ormas terbesar bernama NU kedepan.

Baca Juga  SEMMI Malut Soroti Mandeknya Kasus Dugaan Korupsi Speed Boat Dinkes Halsel

Para politisi seringkali memetakan calon ketua ornas, termasuk NU berdasarkan informasi yang diintip dari istana. Siapa yang didukung istana, itulah yang bakal menang. Betulkah?

Jika ruang intervensi kekuasaan terbuka bagi NU, maka ini akan berakibat setidaknya terhadap dua hal: pertama ormas terbesar ini tidak akan independen karena ketuanya hasil support dari penguasa. Tak ubahnya ia adalah calon dari penguasa. Kedua, bergaining position NU akan lemah.

No More Posts Available.

No more pages to load.