Masjid Diserang Kelompok Radikal, 16 Jamaah di Burkina Faso Meninggal Dunia

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com | Burkina Faso: Sebanyak 16 orang jemaah meninggal dunia dan dua orang lainnya luka serius setelah sebuah masjid diserang di negara bagian Burkina Faso, Afrika Barat jelang akhir pekan ini.

Dilansir dari BBC, sejumlah pria bersenjata menyerbu Masjid Agung di desa Salmossi pada Jumat (11/10) petang saat jemaah sedang salat.

Serangan ini juga membuat warga kabur dari desanya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Jumlah serangan jihadis di makin meningkat sejak 2015 silam. Akibatnya, ribuan sekolah terpaksa ditutup. Ratusan orang pun dilaporkan tewas dalam beberapa tahun terakhir ini.

Serangan Masjid Burkina Faso. BBC


Konflik menyebar ke perbatasan dari Mali. Awalnya, kelompok militan Islam menguasai wilayah utara Mali di tahun 2012. Namun, tentara Prancis berhasil mengusir mereka yang kemudian menyerbu perbatasan .

Baca Juga  Bawaslu Maluku Utara Temukan 80.308 Data TMS Masuk Daftar Pemilih

Menurut Badan Pengungsian PBB, lebih dari seperempat juta orang di terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik dalam tiga bulan terakhir ini.

Laporan Russia Today mengutip laporan media lokal, dalam serangan itu, sebanyak 13 orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan tiga orang lainnya meninggal dunia akibat luka-luka.

Belum jelas siapa pelaku penyerangan dan apa motif di balik aksi tersebut.

Namun diketahui bahwa Burkina Faso telah memerangi pemberontakan kelompok radikal selama empat tahun terakhir.

Mayoritas serangan yang terjadi di negara bekas jajahan Perancis itu telah dikaitkan dengan kelompok jihadis Ansarul Islam dan JNIM (Kelompok Dukungan Islam dan Muslim). Kelompok tersebut bertanggung jawab atas kematian lebih dari 500 orang selama empat tahun terakhir.

Baca Juga  Pilkada 2020, PDI Perjuangan Malut Buka Pintu Koalisi

Biasanya, mereka menargetkan kaum Kristen dan ulama Muslim, yang mereka anggap tidak cukup konservatif.[

(red/rtl)