Mata Elang AS Dirudal Iran

oleh -664 views

Mari kita sederhanakan. AWACS bukan sekadar pesawat. Ini adalah “menara komando terbang” pasukan Amerika Serikat yang paling dibanggakan dan diandalkan sejak dekade tahun 70-an.

Bayangkan sebuah ruang kendali perang lengkap — radar, komputer, operator, analis, komunikasi global — dipasang di dalam tubuh pesawat Boeing, lalu diterbangkan setinggi 9–10 kilometer.

Di atas sana, ia melihat ratusan kilometer ke segala arah. Pesawat tempur, rudal, drone, bahkan pergerakan udara kecil pun masuk dalam radar AWACS.

Dalam bahasa lebih jujur, ia adalah “mata, telinga, dan otak” yang mengatur perang dari langit. Jika jet tempur itu ibarat prajurit, maka AWACS adalah jenderalnya. Ia tidak berperang, tapi semua perang bergantung padanya.

Yang disebut “pusat komando” di dalam AWACS bukan metafora. Di dalamnya ada belasan hingga puluhan operator yang memantau layar radar, mengidentifikasi ancaman, mengarahkan jet tempur, mengatur formasi, bahkan mengoordinasikan serangan lintas udara-laut-darat.

Baca Juga  Analis Prediksi Dolar AS Berpotensi Tembus Rp18.000, Ini Sederet Dampak Buruknya

Pilot pesawat tempur sering kali tidak melihat musuhnya. Mereka “melihat” melalui AWACS. Jadi ketika orang berkata “tanpa AWACS, pesawat tempur buta”, itu bukan dramatisasi.

Itu kenyataan operasional, persis seperti sopir taksi online tanpa GPS. Tapi bedanya, pesawat raksasa ini bukan nyasar ke gang sempit, melainkan ke medan perang.

No More Posts Available.

No more pages to load.