Mata Elang AS Dirudal Iran

oleh -652 views

Seperti semua teknologi, AWACS punya sejarah. Ini bukan teknologi baru kemarin sore. Ia lahir dari paranoia Perang Dingin, ketika dunia dibagi dua seperti roti bakar yang diperebutkan dua anak kecil bersenjata nuklir.

Versi E-3 Sentry yang disayat-sayat Iran itu dikembangkan oleh Boeing pada 1970-an dan mulai digunakan sejak akhir dekade itu.

Sejak saat itu, AWACS hadir dalam hampir semua perang besar Amerika. Ia tampil gagah di Perang Teluk 1991, hadir dalam invasi Irak 2003, operasi NATO di Balkan, hingga perang di Afghanistan.

Ia menjadi semacam “dewa kecil di langit” yang tidak disembah, tapi ditaati. Semua pergerakan udara tunduk pada bisikannya.

Bukan hanya Amerika yang punya. NATO, Arab Saudi, Inggris, Prancis — semua punya versi AWACS. Versi E-3 Sentry yang hancur berkeping-keping itu milik AS sendiri.

Baca Juga  Ely Toisutta Turun Langsung Potong Daging Kurban, Warga Waiheru Rasakan Kepemimpinan Tanpa Sekat

Bahkan kini ada generasi baru seperti AWACS E-7 Wedgetail, yang lebih modern, lebih digital, lebih canggih, seperti upgrade dari telepon rumah ke smartphone, tapi untuk urusan mengatur perang.

Lalu muncul pertanyaan yang menggoda: kalau pesawat sehebat ini bisa dihantam oleh pasukan dari negara sekelas Iran, apakah itu tanda kekalahan militer Amerika?

Di sinilah kita perlu sedikit paham di tengah pesan-pesan yang berseliweran di grup-grup WhatsApp.

No More Posts Available.

No more pages to load.