Mata Ikan & Dua Puisi Lain Nuriman Bayan

oleh -14 views
Link Banner

MATA IKAN

Ini tangan
penuh mata
mata pisau
mata panah

bila malam tiba
tak ada tidur yang lebih melelapkan
daripada duduk sambil menyaksikan
perih bekerja

entah
di fajar ke berapa
kau akan berhenti berjaga
sedangkan di luar, cuaca
lebih ribut dan
lebih dingin dari biasanya.

2022.

========

DI SEPANJANG JALAN SISWA

Di sepanjang jalan siswa
lampu-lampu adalah aku yang menatap kekosongan
trotoar adalah aku yang siang terbakar matahari
malam dipeluk-peluk sepi

aku merindukan kau datang dengan buku-buku
yang kau bawa dari rak-rak dan meja-meja sepi
kau letakkan di sini sebagai sebuah panggilan
biarkan anak-anak itu datang bermain sambil
membacakannya dengan bahasa sendiri

Baca Juga  Vaksinasi Dosis 2 di Kabupaten Halmahera Barat Terendah di Maluku Utara

aku merindukan kau yang suka berteriak revolusi
datang ke sini menemani malam-malamku yang sepi
malam-malamku yang kosong, malam-malamku yang terlalu berisik
oleh dentuman kenalpot dan suara-suara malam yang pelot

aku merindukan kau datang dan membawa aku pergi dari kesepian ini
meninggalkan malam-malamku yang malang, menemui malam-malamku yang tenang:
malam-malam yang tak hanya ada aku dan kau
malam-malam yang di dalamnya kita sama-sama
menjadi mata lampu, menjadi mata cinta.

Esok malam, maukah kau datang untukku?

Untuk rindu yang kau bilang, harus kita tuntaskan. Maukah kau?

2022

========

AKU DATANG HALMAKU

Ini adalah pelayaran yang kita cari jalannya dengan gelisah yang melelahkan dan rasa malu yang menggemaskan. Tapi kebahagiaan juga milik kita, meski hanya bayang-bayang yang tak akan menjadi kepunyaan siapa-siapa.

Baca Juga  Ketika KM 50 Menjadi Sorotan Amerika Serikat

Pelayaran ini untuk ibu, dan beberapa lagi untuk laut yang bermalam-malam menunda tidurku.

Terima kasih malaikat kecil yang telah memberi kami berlibat-libat jalan bahagia.

Sampai jumpa kembali, tanah abdi, Morotai.

Aku datang, Halmaku.

2022

=======

No More Posts Available.

No more pages to load.