Porostimur.com, Jakarta – Keputusan Indonesia untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sorotan media dunia. Berbagai kesulitan di balik pemindahan besar-besaran itu menjadi sorotan.
CNBC International pada Minggu (27/8/2023) menuliskan dalam judulnya bahwa langkah pemindahan itu ‘tidak akan semudah’ yang diperkirakan. Media asal Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa kesulitan pertama akan didapatkan dari 1,9 juta ASN yang akan pindah ke lingkungan baru.
“Masyarakat perlu tertarik untuk datang ke tempat baru. Pertama-tama mereka perlu melihat infrastruktur yang kuat seperti sekolah, rumah sakit, dan fasilitas perumahan atau mereka tidak akan tertarik untuk pindah ke sana,” kata peneliti utama Bidang Sosial Budaya di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Melinda Martinus, mengutip CNBC, Selasa (29/8/2023).
Masalah kedua kemudian muncul dari segi pendanaan. Diketahui, pembangunan Nusantara diperkirakan menelan biaya sekitar US$ 35 miliar, namun pemerintah hanya berkomitmen untuk menginvestasikan 20% dari dana yang dibutuhkan.
“Pemerintahan Jokowi berharap sisa 80% pendanaan akan berasal dari investor asing, namun ada keraguan untuk menyalurkan dana ke proyek tersebut, dan hal ini dapat semakin menggagalkan kemajuan,” kata beberapa analis.





