Ekonom di Maybank Investment, Ju Ye Lee, mengatakan bahwa ada langkah konkret yang perlu dilakukan pemerintah dalam menarik investasi yang lebih besar menuju IKN.
“Tidak akan mudah bagi pemerintah untuk mendapatkan 80% investasi asing kecuali pemerintah dapat memberikan bukti kelayakan Nusantara dan jaminan bahwa proyek tersebut akan terus berlanjut bahkan jika pemerintahan baru mulai menjabat tahun depan,” paparnya.
“Anggaran infrastruktur negara ini telah menurun sejak tahun 2017 ketika mencapai puncaknya sebesar 2,8% PDB, namun turun menjadi 1,9% PDB tahun lalu,” menurut laporan Maybank.
Bruno Lanvin, presiden Smart City Observatory di IMD Business School, mengatakan investor dari Asia-Pasifik perlu mengambil inisiatif dalam berinvestasi di IKN. Pasalnya, Asia-Pasifik merupakan wilayah yang menonjol, sehingga bila investor dari wilayah itu telah masuk, investor dari area lain akan mengikuti.
“Investor itu seperti domba, mereka suka pergi ke manapun orang lain pergi,” kata Lanvin.
“Ini adalah keputusan sektor publik dan merupakan sesuatu yang telah diumumkan oleh presiden, jadi setidaknya mereka yang membicarakannya harus menaruh uang mereka di mulut mereka,” tambahnya.
sumber: CNBC





