Perjalanan ibadah haji umat Islam telah berlangsung selama belasan abad. Catatan sejarah dan geografis mendokumentasikan ada tujuh rute haji kuno yang populer pada masanya.
Dilansir dari kantor berita Saudi, SPA, sepanjang rute haji kuno, orang-orang telah mengamati keuntungan dari segi perdagangan, penyebaran budaya dan pengetahuan, serta pengaruh terhadap struktur sosial dari masyarakat. Rute-rute ini menjadi jembatan komunikasi antara kota-kota Islam yang sibuk.
Beberapa rute haji kuno yang memegang peran penting dalam perkembangan Islam di antaranya Kufah yang kemudian dikenal dengan jalur Zubaidah dan Irak, Levantine (Syam), Mesir, Yaman, dan Oman.
Sejarah mencatat rute Kufah-Makkah memegang peran penting. Rute ini menjadi jalur ziarah dan perdagangan utama. Jalur ini dikenal sebagai “Jalur Zubaidah” untuk menghormati Zubaidah binti Ja’far bin Abi Ja’far al-Mansur, istri Khalifah Harun al-Rasyid. Zubaidah memainkan peran penting dalam pembangunan jalur ini.
Jalur Zubaidah menjadi jalur bagi jemaah haji yang melakukan perjalanan dari Baghdad, melewati Kufah di Irak, melintasi wilayah utara dan tengah Arab Saudi hingga sampai di Makkah. Di wilayah Arab Saudi, panjang total dari jalur ini melebihi 1.400 kilometer dan mencakup lima wilayah yaitu Perbatasan Utara, Hail, Qassim, Madinah, dan Makkah.









