Caraku Mencintaimu

oleh -13 views
The Nightmare (1781) by Henry Fuseli(Henry Fuseli, Public domain, via Wikimedia Commons)

Cerpen Karya: Riska Yunita

Aku Rawingga Mestari, gadis tambun yang tidak memiliki motivasi, kata-kata itu aku kutip dari laki-laki bernama Joeaidit Khawasution berpewarakan tinggi, putih dan khas dengan kacamatanya. Malam itu ia memintaku datang ke sebuah warung kopi, tempat yang tidak romantis untuk aku yang mencintai dia.

Malam ini parfumnya menguar di warung kopi kecil beratap terpal itu, ia menggosok tangannya dengan penuh semangat seakan udara membekukan telapaknya. Hal tak terduga lain yang aku yakin membuat seluruh wajahku memerah seperti lampu jalan, ia menelusupkan seluruh tanganya untuk menghangatkan tanganku. Lihat, betapa dia pantas kucintai bertahun-tahun mungkin ini saatnya aku akan memberitahu. Ia patut tau perasaanku yang sebenarnya dan kami akan bahagia atau kemungkinan gilanya. Kami Menikah.

Baca Juga  Bucin, 5 Zodiak Ini Terlalu Dalam Mencintai Pasangannya

“Wi.”
“Dit.” Lihat, betapa berjodohnya kami. Memulai pembicaraan saja kompak seakan esok hari tidak dapat bersama lagi. Setelah memakan waktu berdebat untuk mempersilahkan siapa yang duluan akan berbicara, akhirnya ia akan memulai cerita fantastisnya mungkin tentang pekerjaan atau tentang cerita ehlija yang beberapa hari ini ia ceritakan.

“Wi, aku akan melamar Kenanga.” Ucapnya dengan kelantangan malam itu. Teh panas berhenti teraduk tanpa sengaja, sendok teh terjatuh, lalu kuambil kepalaku terantuk. Kebodohan dan kesialan menjadi satu Aku tau ia sedang mengomel atas kecerobohanku namun sebuah cincin menarik perhatianku. Mengkilap diantara sepiring gorengan dan kue lapis. Ia menceritakan niat dan tekadnya malam itu, serta restu dari Nala Winandara. Adiknya serta sahabatku juga.

No More Posts Available.

No more pages to load.